Disebelah barat Sabang terdapat sebuah Moment/tugu Kilometer Nol, yaitu dimana titik awal perhitungan luas Indonesia dari Sabang sampai Merauke.sabang merupakan kota kecil yang sangat indah dengan struktur tanah yang berbukit bukit sehingga warga setempat menyebutnya dengan dua nama yaitu kota atas dan kota bawah.
Sebelum perang dunia II kota Sabang adalah kota pelabuhan terpenting dibandingkan Tamasek (sekarang Singapura). Namun setelah status perdagangan Bebas dan pelabuhan bebas dicabut pada tahun 1986, tempat ini menjadi sepi oleh kapal kapal dan pengunjung. bahkan setelah dicanangkan kembali sabang sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas pada tahun 2000, tetap saja tidak dapat mengembalikan citranya yang dulu dikarenakan singapura saingan terdekatnya sudah sangat maju dalam hal fasilitas.
Namun bukan berarti Sabang telah mati, kini Sabang telah bangkit dengan wajah baru, sebagai wilayah wisata bahari yang patut diperhitungkan di Asia tenggara, bahkan Dunia. sebagai wilayah tempat bertemunya Samudra Hindia dan Selat Malaka, sebuah wilayah dngan ratusan spesiess ikan, sebuah wilayah dengan lautan yang kaya dengan terubu katang alami (buakan ditanam/budidaya), dan sebuah yang bangga dengan kesan hijaunya.
Banyak tempat yang dapat dikunjungi dikota Sabang, diantaranya:
- Pantai Iboih
- Taman laut pulau Rubiah
- Gua Pantai
- Danau Aneuk Laot
- Pantai Gapang
- Pantai Sumur Tiga
- pantai Kasih
- Tugu Nol Kilometer
- Pantai Anoi Itam
- Sabang Hill
- Air Terjun Peria laot
- Sumber panas Bumi Jaboi, dll